Langsung ke konten utama

Translate

Bersyukurlah - Aulia Izzatunisa

Terkadang tanpa kita sadari,
Hati merasa iri melihat oranglain yang lebih bahagia dari kita,
Terbesit sekilas "wah enak ya jadi dia, hidupnya senang terus, beruntung aja bawaannya, usahanya sukses, anak-anaknya berpendidikan semua, gak ada beban, mau ngapain aja bisa, mau beli apa aja bisa."...
.
Harusnya kita berfikir,
Wah dia dhuhanya berapa rekaat ya? Kok bisa bahagia gitu? kira-kira tahajudnya berapa kali dalam seminggu ya? Sedekahnya berapa banyak yah? Puasa sunnahnya berapa kali dalam seminggu?
Habis dapat ujian apa dia dari Allah? Apa yang telah Allah ambil darinya sehingga Allah mengganti dengan kebahagiaan seperti itu?
.
Sebenarnya, kebahagiaan bukan diukur dari sebanyak apa kita bisa mendapatkan apapun yang kita inginkan didunia ini, tapi bahagia yang hakiki adalah bisa merasakan nikmatnya iman, nikmatnya hidayah dan nikmatnya dekat dengan Allah, Karena ketaatan kepada Allah akan mengantarkan kita pada bahagia yang tiada terkira yaitu surga
.
Bersabarlah dengan ujian yang Allah beri, kita tidak pernah tau hadiah apa yang akan Allah beri setelahnya
.
Semoga Allah memasukkan kita dalam golongan orang-orang yang pandai bersyukur. ☺️

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengertian Tayamum

Kata tayamum menurut bahasa sama dengan al-qashdu yang berarti menuju, menyengaja. Menurut pengertian syara’ tayamum adalah menyengaja (menggunakan) tanah untuk menyapu dua tangan dan wajah dengan niat agar dapat mengerjakan shalat dan sepertinya.  Tayamum adalah pengganti wudhu atau mandi wajib yang tadinya seharusnya menggunakan air bersih digantikan dengan menggunakan tanah atau debu yang bersih, sebagai rukhsah (keringanan) untuk orang yang tidak dapat memakai air karena beberapa halangan (uzur) yaitu karena sakit, karena dalam perjalanan, dan karena tidak adanya air. Yang boleh dijadikan alat tayamum adalah tanah suci yang ada debunya.  Dilarang bertayamum dengan tanah berlumpur, bernajis atau berbingkah. Pasir halus, pecahan batu halus boleh dijadikan alat melakukan tayamum. Orang yang melakukan tayamum lalu shalat, apabila air sudah tersedia maka ia tidak wajib mengulang sholatnya. Namun untuk menghilangkan hadast, harus tetap mengutamakan air daripada tayamum yang waji...