Langsung ke konten utama

Translate

Rahasia Panjang Umur Orang Jepang

Terkenal sejak dulu dengan angka harapan hidupnya yang tinggi, Jepang masih menduduki posisi pertama di tahun 2015 dengan angka harapan hidup hingga 83.7 tahun. Tak hanya panjang umur, lansia di Jepang juga memiliki hidup yang produktif dengan tubuh yang relatif bugar untuk seusianya.

Rahasia warga Jepang untuk berumur panjang sudah banyak diteliti dan mulai diterapkan oleh warga dari berbagai belahan dunia lain. Salah satu rahasia berumur panjang ala Jepang ternyata cukup sederhana, yaitu pola diet dan aktivitas yang seimbang.

Sebagai negara kepulauan, Jepang memiliki sumber pangan laut yang tinggi. Konsumsi ikan sebagai bagian dari diet sehari-hari merupakan salah satu faktor yang berperan penting pada tingginya angka harapan hidup warga Jepang.

Selain itu, hidup masyarakat Jepang yang sarat akan kesederhanaan juga tercermin dalam masakannya. Masakan khas Jepang tidak menggunakan banyak garam dalam racikan bumbunya, sehingga menurunkan resiko hipertensi dan penyakit ginjal. Selain makanan, budaya Jepang juga erat dengan konsumsi teh hijau yang kaya antioksidan dan memiliki banyak efek baik untuk tubuh, seperti melancarkan pencernaan dan mengurangi resiko penyakit jantung.

Masyarakat di Jepang juga memiliki rata-rata indeks massa tubuh yang lebih rendah dibanding rata-rata di negara benua Eropa. Hal ini berkaitan dengan mobilitas warga Jepang yang terbilang tinggi dalam aktivitas sehari-harinya, dibantu dengan tata kota yang baik sehingga berjalan kaki dan berolahraga menjadi lebih nyaman. Source klikdokter.com

#tanya_dokter

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengertian Tayamum

Kata tayamum menurut bahasa sama dengan al-qashdu yang berarti menuju, menyengaja. Menurut pengertian syara’ tayamum adalah menyengaja (menggunakan) tanah untuk menyapu dua tangan dan wajah dengan niat agar dapat mengerjakan shalat dan sepertinya.  Tayamum adalah pengganti wudhu atau mandi wajib yang tadinya seharusnya menggunakan air bersih digantikan dengan menggunakan tanah atau debu yang bersih, sebagai rukhsah (keringanan) untuk orang yang tidak dapat memakai air karena beberapa halangan (uzur) yaitu karena sakit, karena dalam perjalanan, dan karena tidak adanya air. Yang boleh dijadikan alat tayamum adalah tanah suci yang ada debunya.  Dilarang bertayamum dengan tanah berlumpur, bernajis atau berbingkah. Pasir halus, pecahan batu halus boleh dijadikan alat melakukan tayamum. Orang yang melakukan tayamum lalu shalat, apabila air sudah tersedia maka ia tidak wajib mengulang sholatnya. Namun untuk menghilangkan hadast, harus tetap mengutamakan air daripada tayamum yang waji...