Langsung ke konten utama

Translate

Belajar Ilmu Agama • Aulia Izzatunisa

Bismillah,

Sering kita mendengar,
Ilmu agama itu harus dipelajari, bahkan sesibuk apapun kita.
Mengapa? Karena ilmu agama itu merupakan bekal kita diakhirat kelak.

Namun, tak jarang kita mendapati orang yg menyepelekan hal itu.

Belajar ilmu dunia 6 hari dibangku pendidikan dari pagi hingga sore sanggup ia lakukan, namun meluangkan minimal satu hari dalam seminggu untuk sekedar duduk dimajelis mendengarkan ilmu agama sulit dilakukan atau bahkan tidak pernah.

Seharusnya kita tau, orang-orang yang hadir dalam majelis bukan orang-orang yg tidak sibuk, bahkan sebagian merupakan orang yang sangat sibuk tetapi mereka tetap hadir walaupun sekedar duduk selama 60 menit.

Mengapa mereka melakukan hal itu?
Karena mereka tau ilmu agama itu sangat penting.

Mengapa mereka bisa hadir?
Karena mereka berusaha meluangkan waktu sibuknya untuk mempelajari perkara akhirat.

Jangan jadikan kesibukan dunia menjadikan kita lalai bahkan menyepelakan untuk belajar ilmu agama.

Jangan sibuk belajar demi mengejar gelar dunia namun lupa belajar ilmu agama .

Ingatlah kematian tidak menunggu waktu siapmu untuk mendatangimu.

Semoga kita selalu belajar ilmu agama yg benar sampai maut yg menghentikannya, bukan rasa malas karena bisikan syaitan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengertian Tayamum

Kata tayamum menurut bahasa sama dengan al-qashdu yang berarti menuju, menyengaja. Menurut pengertian syara’ tayamum adalah menyengaja (menggunakan) tanah untuk menyapu dua tangan dan wajah dengan niat agar dapat mengerjakan shalat dan sepertinya.  Tayamum adalah pengganti wudhu atau mandi wajib yang tadinya seharusnya menggunakan air bersih digantikan dengan menggunakan tanah atau debu yang bersih, sebagai rukhsah (keringanan) untuk orang yang tidak dapat memakai air karena beberapa halangan (uzur) yaitu karena sakit, karena dalam perjalanan, dan karena tidak adanya air. Yang boleh dijadikan alat tayamum adalah tanah suci yang ada debunya.  Dilarang bertayamum dengan tanah berlumpur, bernajis atau berbingkah. Pasir halus, pecahan batu halus boleh dijadikan alat melakukan tayamum. Orang yang melakukan tayamum lalu shalat, apabila air sudah tersedia maka ia tidak wajib mengulang sholatnya. Namun untuk menghilangkan hadast, harus tetap mengutamakan air daripada tayamum yang waji...