Langsung ke konten utama

Translate

Keistimewaan Orang Miskin Yang Saleh

Akan mungkin sangat menyakitkan memang bagi saya dan mungkin bagi kalian. Karena dalam penggambarannya orang orang yang akan memenuhi surga dan paling pertama masuk adalah kaum fakir dan miskin yang saleh.

Sementara kita, masih mencintai dunia. Ingin hidup kaya bergelimang harta. Jangankan untuk hidup miskin, membayangkannyapun pasti kita tidak akan mau. Padahal Rasulullah pernah berdoa,

ALLAAHUMMA AHYINII MISKIINAW WA AMITNII MISKIINAW WAHSYURNII FI ZUMRATIL MASAAKIINI YAUMAL QIYAAMATI

(Ya Allah hidupkanlah aku dalam keadaan miskin dan wafatkanlah aku dalam keadaan miskin dan kumpulkanlah aku pada hari kiamat bersama golongan orang orang miskin)

(HR Tirmidzi)

Dan dalam kesempatan lain,

Surga berkata: Sedangkan aku, tidak ada yang memasukiku selain orang-orang lemah, yang hina dalam pandangan manusia.

(HR. Bukhari)

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda:

"Orang-orang miskin masuk surga limaratus tahun setengah hari terlebih dahulu sebelum orang-orang kaya."

(HR. Tirmidzi)

Bisakah kita zuhud pada dunia seperti Rasulullah? Semua kembali pada diri kita sendiri. Kita kejar dunia secukupnya saja, toh harta juga tidak dibawa mati.

Mari kita perbaiki mindset kita dengan tidak mengejar dunia dan zuhud pada dunia. Semoga kita termasuk golongan yang dimudahkan dalam memasuki surga.

Disusun oleh: Faisal Wachid Yulianto

Sumber: Hadits

Derajat: Shahih

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengertian Tayamum

Kata tayamum menurut bahasa sama dengan al-qashdu yang berarti menuju, menyengaja. Menurut pengertian syara’ tayamum adalah menyengaja (menggunakan) tanah untuk menyapu dua tangan dan wajah dengan niat agar dapat mengerjakan shalat dan sepertinya.  Tayamum adalah pengganti wudhu atau mandi wajib yang tadinya seharusnya menggunakan air bersih digantikan dengan menggunakan tanah atau debu yang bersih, sebagai rukhsah (keringanan) untuk orang yang tidak dapat memakai air karena beberapa halangan (uzur) yaitu karena sakit, karena dalam perjalanan, dan karena tidak adanya air. Yang boleh dijadikan alat tayamum adalah tanah suci yang ada debunya.  Dilarang bertayamum dengan tanah berlumpur, bernajis atau berbingkah. Pasir halus, pecahan batu halus boleh dijadikan alat melakukan tayamum. Orang yang melakukan tayamum lalu shalat, apabila air sudah tersedia maka ia tidak wajib mengulang sholatnya. Namun untuk menghilangkan hadast, harus tetap mengutamakan air daripada tayamum yang waji...