Langsung ke konten utama

Translate

Doa Rasulullah Menghadapi Orang Yang Ngeyel • Fatwa NU


Doa Rasulullah Menghadapi Orang Yang Ngeyel • Fatwa NU

Doa Rasulullah SAW Ketika Jengkel Hadapi Orang Ngeyel
.
.
Sekali waktu kawan bicara itu menyenangkan. Tetapi adakalanya kawan bicara menjengkelkan. Tidak sedikit mereka menanyakan berulang kali hal yang sudah sangat jelas. Mereka ini tampak seperti orang yang tidak menangkap pembicaraan.
.
Hal ini bisa dipahami mungkin karena antara lain mereka kurang puas dengan penjelasan yang ada. Hanya saja kita yang menganggap penjelasan itu sudah memadai kadang merasa jengkel. Namun bagaimanapun kita harus melayani kawan bicara itu dengan santun dan kepala dingin.
.
Dalam keadaan seperti ini, Rasulullah SAW membaca doa sebagai berikut.
.
يَرْحَمُ اللهُ مُوْسَى قَدْ أُوْذِيَ بِأَكْثَرَ مِنْ هَذَا فَصَبَرَ
.
Yarhamullâhu Mûsâ qad ûdziya bi aktsara min hâdzâ, fa shabara.
.
Artinya, “Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada Nabi Musa AS yang telah disakiti lebih banyak dari sekadar ini, lalu ia bersabar.”
.
Doa ini dibaca Rasulullah SAW ketika menghadapi salah seorang sahabatnya yang dengan ngeyel mempertanyakan keadilan pembagian rampasan perang. Riwayat ini dicantumkan oleh Imam An-Nawawi dalam karyanya Al-Adzkar. (Alhafiz K)
.
***
.

.
#nahdlatululama #nuonline #nuonline_id #doa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengertian Tayamum

Kata tayamum menurut bahasa sama dengan al-qashdu yang berarti menuju, menyengaja. Menurut pengertian syara’ tayamum adalah menyengaja (menggunakan) tanah untuk menyapu dua tangan dan wajah dengan niat agar dapat mengerjakan shalat dan sepertinya.  Tayamum adalah pengganti wudhu atau mandi wajib yang tadinya seharusnya menggunakan air bersih digantikan dengan menggunakan tanah atau debu yang bersih, sebagai rukhsah (keringanan) untuk orang yang tidak dapat memakai air karena beberapa halangan (uzur) yaitu karena sakit, karena dalam perjalanan, dan karena tidak adanya air. Yang boleh dijadikan alat tayamum adalah tanah suci yang ada debunya.  Dilarang bertayamum dengan tanah berlumpur, bernajis atau berbingkah. Pasir halus, pecahan batu halus boleh dijadikan alat melakukan tayamum. Orang yang melakukan tayamum lalu shalat, apabila air sudah tersedia maka ia tidak wajib mengulang sholatnya. Namun untuk menghilangkan hadast, harus tetap mengutamakan air daripada tayamum yang waji...