Langsung ke konten utama

Translate

Kisah Jenaka Gusdur • Fatwa NU

Kisah Jenaka Gusdur • Fatwa NU

GUS DUR MENYANGKAL KEPUTUSAN BAHTSUL MASAIL
.
.
Satu waktu di forum Bahtsul Masail PWNU Jawa Timur saat Kiai Hasyim Muzadi menjabat sebagai Ketua PWNU, ada bahasan soal hukum nikah via internet. Dari hasil Bahtsul Masail, PWNU Jawa Timur memutuskan bahwa pernikahan lewat internet hukumnya haram dengan merujuk pada kitab-kitab yang telah ada.
.
Gus Dur, selaku Ketua Umum PBNU hadir pada kesempatan itu. Dalam forum, Gus Dur justru menyangkal keputusan Bahtsul Masail terkait haramnya menikah lewat internet tersebut.
.
"Para ulama di sini ini ndak canggih. Masa nikah lewat internet haram," tutur Gus Dur.
.
Saat itu juga para kiai, semua peserta dalam forum terdiam.
.
"Nikah lewat internet itu boleh," jelas Gus Dur.
.
Sebagian kiai bingung, sebagian menolak dalam diam, sebagian lagi berpikir menangkap maksud Gus Dur.
.
"Asal jimak-nya juga lewat internet," seloroh Gus Dur disusul derai tawa para peserta bahtsul masail. (Wahyu Noerhadi)
.
*) Cerita ini disampaikan oleh Kiai Nurul Yaqin, sahabat Gus Dur.
.
***
.
Nikah via internet, jimak via internet, nanti anaknya tinggal download 😂😂😂
.

.
#nahdlatululama #nuonline #nuonline_id #humor #gusdur #humorgusdur #dagelan #dagelankiai #dagelansantri #humorkiai #humorsantri #jokes

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengertian Tayamum

Kata tayamum menurut bahasa sama dengan al-qashdu yang berarti menuju, menyengaja. Menurut pengertian syara’ tayamum adalah menyengaja (menggunakan) tanah untuk menyapu dua tangan dan wajah dengan niat agar dapat mengerjakan shalat dan sepertinya.  Tayamum adalah pengganti wudhu atau mandi wajib yang tadinya seharusnya menggunakan air bersih digantikan dengan menggunakan tanah atau debu yang bersih, sebagai rukhsah (keringanan) untuk orang yang tidak dapat memakai air karena beberapa halangan (uzur) yaitu karena sakit, karena dalam perjalanan, dan karena tidak adanya air. Yang boleh dijadikan alat tayamum adalah tanah suci yang ada debunya.  Dilarang bertayamum dengan tanah berlumpur, bernajis atau berbingkah. Pasir halus, pecahan batu halus boleh dijadikan alat melakukan tayamum. Orang yang melakukan tayamum lalu shalat, apabila air sudah tersedia maka ia tidak wajib mengulang sholatnya. Namun untuk menghilangkan hadast, harus tetap mengutamakan air daripada tayamum yang waji...