Langsung ke konten utama

Translate

Ternyata Ir. Soekarno Anggota Muhammadiyah

Ternyata Ir. Soekarno Anggota Muhammadiyah

Ir Soekarno menjejakkan kaki di Bengkulu pada 14 Februari 1938. Rumah Pengasingannya berada di Kelurahan Anggut, Kecamatan Ratu Samban, dan ditempati selama 4 tahun. Rumah pengasingan yang ditempati Ir Soekarno sekeluarga adalah milik pedagang keturunan Tionghoa, Tjang Tjeng Kwat.

Begitu mengetahui kalau Soekarno merupakan seorang pemimpin pergerakan nasional dibuang ke Bengkulu, tokoh Muhammadiyah setempat Hassan Din, langsung mencari kediaman Soekarno. Kedatangan Hassan Din yang juga tokoh pergerakan ini punya maksud mengajak Soekarno yang berpendidikan tinggi ini supaya mau mengajar di sekolah Muhammadiyah di Bengkulu. ‘Kuanggap permintaan ini sebagai satu kehormatan,’ jawabku,” tutur Bung Karno kepada Cindy Adam yang ditulis dalam buku ‘Penyambung Lidah Rakyat Indonesia’. Meski demikian, perkenalan Soekarno dan Muhammadiyah telah terjadi sejak tahun 1916-an saat masih di Surabaya. Ir Soekarno menuliskan cerita pertemuannya dengan KH Ahmad Dahlan dalam buku ‘Di Bawah Bendera Revolusi’ bab ‘Memudakan Pengertian Islam’. Karena ketertarikannya itu, tidak dilewatkannya kesempatan untuk mendengarkan tabligh dari Kyai Dahlan saat di Surabaya. “Tatkala umur 15 tahun, saya simpati kepada KH Ahmad Dahlan, sehingga mengintil kepadanya.” #muhammadiyah #lensamu #irsoekarno #pahlawan #kadermuhammadiyah #berkemajuan #khahmaddahlan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengertian Tayamum

Kata tayamum menurut bahasa sama dengan al-qashdu yang berarti menuju, menyengaja. Menurut pengertian syara’ tayamum adalah menyengaja (menggunakan) tanah untuk menyapu dua tangan dan wajah dengan niat agar dapat mengerjakan shalat dan sepertinya.  Tayamum adalah pengganti wudhu atau mandi wajib yang tadinya seharusnya menggunakan air bersih digantikan dengan menggunakan tanah atau debu yang bersih, sebagai rukhsah (keringanan) untuk orang yang tidak dapat memakai air karena beberapa halangan (uzur) yaitu karena sakit, karena dalam perjalanan, dan karena tidak adanya air. Yang boleh dijadikan alat tayamum adalah tanah suci yang ada debunya.  Dilarang bertayamum dengan tanah berlumpur, bernajis atau berbingkah. Pasir halus, pecahan batu halus boleh dijadikan alat melakukan tayamum. Orang yang melakukan tayamum lalu shalat, apabila air sudah tersedia maka ia tidak wajib mengulang sholatnya. Namun untuk menghilangkan hadast, harus tetap mengutamakan air daripada tayamum yang waji...